Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Komunikasi Bisnis: Komunikasi Verbal dan Non Verbal

verbal and nonverbal communication
Komonikasi Verbal dan Non Verbal

Sebelum membahas bentuk dasar komunikasi, terlebih dahulu kita perlu memahami apa yang dimaksud komunikasi dan komunikasi bisnis.

Menurut Himstreet dan Baty dalam Business Communication: Principles and Methods

Komunikasi adalah suatu pertukaran informasi antar individu melalui sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan. Sementara itu menurut Bovee, komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan.

Pada umumnya, pengertian komunikasi ini paling tidak melibatkan dua orang atau lebih, dan proses pemindahan pesannya dapat dilakukan menggunakan cara-cara berkomunikasi yang biasa dilakukan oleh seseorang melalui lisan, tulisan, maupun sinyal atau kode.

Komunikasi Antar Pribadi merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami kedua belah pihak dan lebih cenderung fleksibel dan informal.

Jenis komunikasi tersebut lazim dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya komunikasi yang dilakukan didalam suatu keluarga, antar keluarga, antar tetangga, antar pertemanan, antar karyawan, untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi yang terjadi lebih cenderung santai, akrab, dan tidak kaku.

Komunikasi Lintas Budaya merupakan komunikasi yang dilakukan antar dua orang atau lebih, yang masing-masing memiliki budaya yang berbeda karena perbedaan geografis tempat tinggal. Komunikasi dapat terjadi pada tingkat antar daerah, antar wilayah, maupun antar negara.


BENTUK DASAR KOMUNIKASI

Pada dasarnya, ada dua bentuk komunikasi yang biasa digunakan dalam dunia bisnis, yaitu komunikasi Verbal dan komunikasi nonVerbal.

Dan apasih komunikasi Verbal dan nonVerbal itu?

Komonikasi Verbal

Komunikasi Verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang biasa digunakan dalam dunia bisnis untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain baik secara tertulis, visual, maupun lisan. Banyak komunikasi verbal ini memiliki struktur yang teratur dan terorganisir dengan baik, sehingga tujuan penyampaian pesan-pesan bisnis dapat tercapai dengan baik.
Dalam dunia bisnis dapat dijumpai berbagai contoh komunikasi verbal, misalnya:
  • Membuat dan mengirim surat pengantar barang ke suatu perusahaan.
  • Membuat dan mengirim surat teguran atau peringatan kepada nasabah yang menunggak pembayaran.
  • Membuat dan mengirim surat penawaran barang kepada pihak lain.
  • Membuat dan mengirim surat konfirmasi barang kepada pelanggan.
  • Membuat dan mengirim surat pemesanan barang kepada pihak lain.
  • Membuat dan mengirim surat pengaduan ke pihak lain.
  • Membuat dan mengirim surat penolakan atau penerimaan kerja.
  • Membuat dan mengirim surat kontrak kerja ke pihak lain.
  • Membuat dan mengirim surat pemberitahuan ke media massa.
  • Membuat dan mengirim surat informasi lowongan kerja ke media massa.
  • Membuat dan mengirim surat ucapan terimakasih atau berduka cita kepada mitra kerja.
  • Berdiskusi dalam suatu kerja tim.
  • Melakukan wawancara kerja dengan para pelamar kerja di suatu perusahaan.
  • Melakukan Negosiasi.
  • Melakukan konferensi jarak jauh melalui internet dengan perusahaan atau pihak lain.
  • Melakukan chatting dengan pihak lain melalui internet.


nah sekarang sudah paham kan apa itu komunikasi Verbal
mari kita lanjut apa itu komunikasi nonVerbal

Komonikasi Non Verbal

Komunikasi Nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis, pendek kata dalam komunikasi nonverbal orang dapat mengambil suatu kesimpulan tentang berbagai macam perasaan orang lain. Komunikasi nonverbal juga lebih bersifat spontan dibandingkan komunikasi verbal dalam penyampaian suatu pesan, misalnya:
  • Menggertakan gigi untuk menunjukkan kemarahan.
  • Mengerutkan dahi untuk menunjukkan sedang berpikir keras.
  • Gambar pria atau wanita yang dipasang di pintu toilet untuk menunjukkan kamar yang sesuai dengan jenis kelaminnya.
  • Berpangku tangan untuk menunjukkan seseorang sedang melamun.
  • Tersenyum dengan berjabat tangan dengan orang lain untuk menunjukkan rasa senang.
  • Membuang muka untuk menunjukkan sikap tidak senang.
  • Menggelengkan kepala untuk menunjukkan sikap menolak atau heran.
  • Menganggukkan kepala untuk menunjukkan sikap setuju.
  • Berbicara dengan mengambil jarak untuk menunjukkan lawan bicara belum dikenal atau asing.
  • Menutup mulut dengan tangan untuk menunjukkan kebohongan.
  • Telapak tangan yang terbuka untuk menunjukkan kejujuran.
  • Tangan mengepal untuk menunjukkan penuh percaya diri.
  • Gertakan kaki dan tangan secara tidak teratur menunjukkan bahwa sedang grogi.
  • Seseorang mengirim seuntai bunga kepada teman yang meraih sukses bisnis.
  • Asbak di meja tamu untuk menunjukkan bahwa tamu diperbolehkan merokok.
  • Simbol dilarang merokok untuk menunjukkan bahwa tamu dilarang merokok.
  • Ruang tunggu sebuah bank tanpa tempat duduk untuk menunjukkan bahwa para nasabah akan dilayani dengan cepat tanpa harus menunggu lama.