Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Gangguan Tidur Terjaga

Gangguan Tidur Terjaga
Gangguan Tidur

Tidur adalah fungsi biologis yang dalam beberapa aspeknya masih merupakan misteri. Kita tahu bahwa tidur itu menyegarkan dan sebagian besar dari kita membutuhkan 7 jam atau lebih untuk tidur di malam hari. namun kita tidak bisa mengidentifikasi perubahan biokimia tertentu yang terjadi selama tidur yang menyebabkan fungsi penyegaran tersebut. Kita juga tau bahwa banyak dari kita yang memiliki masalah dengan tidur, meskipun penyebab dari beberapa masalah ini belum jelas.

Masalah tidur memiliki dampak ekonomi dan psikologis yang besar karena akan menyebabkan menurunnya produktivitas dan meningkatnya absen dari kerja. Ada sejumlah jenis gangguan tidur-terjaga utama yang akan kita bahas kali ini, terutama gangguan insomnia, hipersomnolen, narkolepsi, gangguan tidur terkait pernapasan, gangguan tidur-terjaga ritme sirkadian, dan parasomnia.

FYI: Dua tipe tahapan tidur: REM (rapid eye movement) & non-REM
1. NREM: ''Tidur-tidur ayam"
di tahap ini: tubuh,mental, dan pikiran masih berada pada ambang realitas dan alam bawah sadar. Dimana anda masih setengah sadar tetapi sekaligus setengah tertidur.
2. NREM: ''Menyambut tidur pulas''
di tahap ini: anda mulai memasuki tidur nyenyak.
3. NREM: ''Tidur nyenyak''
di tahap ini: anda sudah berada dalam tidur pulas atau terlelap.
4. REM: ''Tidur bermimpi''
di tahap ini: Sekitar 20% tidur berada di tahap ini, dimana otak dan sistem tubuh lainnya aktif bekerja, otot-otot menjadi lebih rileks.

JENIS GANGGGUAN TIDUR

JENIS GANGGGUAN TIDUR
9 Jenis Gangguan Tidur


GANGGUAN INSOMNIA 

Insomnia berasal dari bahasa latin in, yang berarti ''tidak'' atau ''tanpa'', dan sommus, yang berarti ''tidur''. Insomnia sesekali, khususnya pada saat stres, tidaklah abnormal. Akan tetapi, insomnia persisten yang ditandai dengan kesulitan berulang untuk tidur atau tetap tidur adalah pola perilaku abnormal (Harvey & Tang, 2012). Diperkirakan 6%-10% orang dewasa AS mengalami gangguan tidur-terjaga yang paling umum gangguan insomnia (insomnia disorder) (sebelumnya disebut insomnia primer).

Orang dewasa muda dengan gangguan insomnia biasanya mengeluh bahwa ia membutuhkan waktu terlalu lama untuk bisa tidur. Orang yang lebih tua lebih mungkin untuk mengeluh tentang seringnya mereka terbangun selama malam hari atau bangun terlalu pagi. Menariknya, banyak pasien insomnia menganggap sepele beberapa banyak tidur yang benar-benar mereka dapat-berpikir bahwa erka berbaring terjaga saat mereka benar-benar mengantuk.

Ada ‘’harga’’ yang harus dibayar untuk kekurangan tidur yang berhubungan dengan insomnia. Bukti penelitian menunjukkan bahwa otak yang kekurangan tidur akan kurang mampu berkonsentrasi, memperhatikan, merespon secara tepat. Jika kita kehilangan beberapa jam waktu tidur, kita bisa merasa agak pening keesokan harinya, tetapi kita mungkin mampu mengatasinya.

Namun seiring waktu, terus-menerus kekurangan tidur bisa merugikan kemampuan kita untuk berfungsi secara maksimal: menyebabkan rasa lelah saat siang hari dan menciptakan kesulitan dalam melakukan peran sosial, pekerjaan, belajar, dan peran lainnya. Tidak mengejutkan memang, orang dengan gangguan ini seringkali memiliki masalah psikologis lainnya. terutama kecemasan dan depresi.


GANGGUAN HIPERSOMNOLEN

Kata hipersomnolen berasal dari bahasa yunani hyper, yang berarti lebih atau lebih dari normal, dan bahasa latin somnus, yang berarti tidur. Ada beberapa jenis utama tidur lebih dari normal atau gangguan hipersomnolen namun semua memiliki keluhan yang sama tentang tidur yang berlebihan atau episode tidur mendadak selama jam siang.

Gangguan hipersomnolen (hypersomnolence disorder) (sebelumnya disebut hipersomnia primer), yang kadang-kadang disebut sebagai ‘’mabuk tidur’’, adalah pola tidur yang berlebihan selama jam siang yang terjadi setidaknya tiga hari dalam seminggu untuk periode setidaknya tiga bulan. Orang dengan gangguan hipersomnolen bisa tidur 9 jam atau lebih lama, tetapi belum merasa segar saat terbangun.

Mereka bisa memiliki episode yang berulang selama siang hari dengan perasaan membutuhkan tidur yang tak tertahankan, atau terus tidur siang atau tertidur saat mereka seharusnya terbangun, atau secara tidak sadar tertidur saat sedang menonton TV.


NARKOLEPSI

Kata narkolepsi berasal dari bahasa yunani narke, yang berarti ‘’kondisi pingsan’’ dan lepsis, yang berarti ‘’serangan’’. Orang dengan narkolepsi mengalami sebuah kebutuhan tidur yang tak tertahankan maupun serangan tidur mendadak atau tidur singkat yang terjadi setidaknya tiga kali seminggu untuk jangka waktu yang tiga bulan.

Selama serangan tidur, seseorang mendadak tertidur tanpa peringatan dan bisa terus tidur 15 menit. Orang tersebut bisa jadi sedang berada di tengah percakapan pada satu waktu, mendadak jatuh ke lantai dan langsung tertidur.


GANGGUAN TIDUR TERKAIT PERNAPASAN

Orang dengan gangguan tidur terkait pernafasan (breathing related sleep disorders) mengalami gangguan tidur berulang-ulang karena masalah pernapasan. Jika gangguan ini sering terjadi, hal ini bisa berujung pada insomnia atau kantuk berlebihan siang hari.

Subjenis paling umum sindrom hypopnea apnea tidur obstruktif/obstructive sleep apnea hypopnea syndrome (lebih umum disebut apnea tidur obstruktif) biasanya melibatkan episode berulang mendengkur atau mengap-megap selama tidur. Gangguan ini disebabkan kantuk di siang hari yang berlebih kelelahan, atau keluhan tidur yang tidak menyegarkan meskipun ada peluang untuk mendapatkan tidur yang cukup.


GANGGUAN TIDUR TERJAGA RITME SIRKADIAN

Sebagian besar fungsi tubuh mengikuti siklus atau ritme internal-yang disebut ritme sirkadian yang berlangsung selama 24 jam. Bahkan saat orang yang sedang beristirahat dari aktivitas rutin dan pekerjaan serta berada dalam lingkungan dimana mereka tidak sadar waktu, mereka biasanya mengikuti jadwal tidur terjaga yang relatif norma.


TEROR TIDUR

Ditandai dengan episode berulang keterjagaan yang menimbulkan teror yang biasanya dimulai dengan teriakan panik. Keterjagaan ini biasanya dimulai dengan tangisan atau teriakan keras saat malam hari. Bahkan orang tua yang tidurnya nyenyak (sebagian besar kasus melibatkan anak) akan berlangsung terduduk, tampak ketakutan dan menunjukkan tanda keterjagaan yang ekstrem - berkeringat banyak dengan detak jantung dan nafas yang cepat.

Anak mungkin akan mulai bicara tidak jelas meronta-ronta tetapi tidak sepenuhnya sadar. Jika anak sudah sadar sepenuhnya, ia mungkin tidak mengenali orang tuanya atau mungkin berusaha mendorong mereka. Setelah beberapa menit, anak tersebut akan kembali tertidur dan saat sadar di pagi hari ia tidak ingat apapun terkait kejadian tersebut.


TIDUR BERJALAN

Orang yang sedang tidur memiliki episode berulang di mana mereka berjalan dalam rumah dengan kondisi masih tidur,. Selama periode ini, seseorang tersadar sebagian dan bisa melakukan respons motorik yang kompleks. Seperti turun dari tempat tidur dan berjalan ke ruang lain.

Perilaku motorik ini dilakukan tanpa kesadaran dan orang tersebut biasanya cenderung terjadi selama tahapan tidur yang lebih dalam (non-REM) dimana tidak ada mimpi, episode tidur-berjalan tampaknya tidak melibatkan mimpi. gangguan tidur-berjalan paling umum terjadi pada anak-anak, mempengaruhi sekitar 1%-5% anak-anak, menurut estimasi (APA, 2013). Antara 10%-30% gangguan ini pada orang dewasa belum diketahui, begitu pula penyebabnya.


RAPID EYE MOVEMENT (RBD)

RBD melibatkan episode berulang dari memerankan mimpi selama tidur REM dalam bentuk menyuarakan bagian dari mimpinya atau meronta-ronta. Biasanya aktivitas otot terhalang selama REM sampai titik di mana otot tubuh, kecuali yang diperlukan untuk bernapas dan fungsi tubuh vital lainnya, lumpuh.

Ini menguntungkan karena kelumpuhan otot mencegah cedera yang mungkin terjadi jika pemimpi tiba-tiba memerankan mimpinya. Akan tetapi, dalam kasus gangguan perilaku tidur REM (REM sleep behavior disorder-RBD) kelumpuhan otot itu tidak ada atau tidak sepenuhnya dan seseorang bisa tiba-tiba menendang atau mengayunkan tangan selama tidur REM, yang berpotensi mencederai diri sendiri atau teman tidur.

RBD mempengaruhi sekitar 0,5% populasi orang dewasa dan paling sering terjadi pada orang tua, umumnya karena gangguan neurodegeneratif seperti penyakit Parkinson. Gangguan ini juga bisa disebabkan oleh penarikan diri dari alkohol atau sebagai konsekuensi dari obat tertentu. Sebenarnya, RBD bisa menjadi tanda awal m,munculnya penyakit Parkinson.


GANGGUAN MIMPI BURUK

Orang dengan gangguan mimpi buruk (nightmare disorder) memiliki episode mimpi buruk berulang selama tidur REM yang sangat mengganggu dan diingat. Mimpi buruk ini adalah mimpi yang panjang di mana pemimpi berusaha menghindari ancaman yang nyata atau bahaya fisik; seperti dalam kasus dikejar, diserang, atau terluka. Seseorang biasanya mengingat mimpi buruk ini secara jelas saat terbangun.

Meskipun takut adalah efek emosional yang paling umum; mimpi yang mengganggu bisa memunculkan reaksi negatif lainnya seperti kemarahan, kesedihan, frustasi, rasa bersalah, jijik, atau kebingungan. Pemimpi bisa tiba-tiba terbangun selama mimpi buruk, namun mengalami kesulitan untuk kembali tidur karena perasaan takut yang tak kunjung hilang akibat mimpi yang mengerikan itu. Mimpi buruk atau gangguan tidur ini bisa menyebabkan stres pribadi yang signifikan atau menghambat area penting dari fungsi sehari-hari.

Mimpi buruk biasanya terjadi selama tidur REM, tahapan tidur dimana sebagian besar mimpi muncul. Periode REM cenderung menjadi lebih lama dan mimpi yang muncul selama REM menjadi lebih intens pada setengah akhir tidur malam, biasanya mimpi buruk muncul pada saat malam menjelang pagi.